Kamis, 29 Maret 2018

Para ulama tak sama pendapat dalam menilai persyaratan domba aqiqah khususnya dalam aspek umur kambing. Ada yang berasumsi harus 2 (dua) thn, ada juga yang berasumsi 1 (satu) thn guna domba.



Kambingnya mesti sehat, jangan cacat yaitu tidak buta, tidak hilang beberapa gede tanduk atau kupingnya, tidak ompong seluruh gigi depannya dll.


Tetapi terdapat pula beberapa ulama yang membolehkan dengan domba apa saja menilik tidak ada alasan khusus sehubungan persyaratan untuk domba aqiqah, adapun persyaratan tadi diatas merupakan kias dari persyaratan domba qurban. Namun tetap yang sangat afdol pastinya yang telah mengisi syarat-syarat diatas.


Berdasarkan keterangan dari para ulama diizinkan beraqiqah bareng kambing betina, disebabkan dalam persayaratan domba untuk Aqiqah tidak ditentukan satupun penjelasan yang melarangnya, namun yang lebih afdolialah dgn domba jantan. Berapa usia domba untuk aqiqah? supaya mengisi syarat aqiqah atau qurban


Jikalau berkata berapakah usia domba untuk aqiqah itu? Memang terdapat yang berasumsi harus telah tanggal giginya, terdapat lagi yang berasumsi bahwa usia domba buat aqiqah tersebut harus telah genap satu th, terdapat lagi yang berasumsi bahwa usia domba utk aqiqah tersebut dapat di lihat dari ukuran tanduk. Sebenarnya untuk menyatakan masalah ini lebih baik anda kembalikan lagi pada penjelasan semua Ulama. Dijelasakan oleh semua Ulama bahwa kriteria kambing atau domba untuk aqiqah merupakan sama kriterianya laksana untuk qurban. Adapun utk qurban tersebut sendiri disyaratkan kategori fauna dan umur nya pun sebagai inilah :


Ats-Tsaniy dari unta adalahyang sudah sempurna berusia lima tahun

Ats-Tsaniy dari sapi adalahyang sudah sempurna berusia dua tahun

Ats-Tsaniy dari domba yaitu yang sudah sempurna berusia setahun

Al-Jadza’ yakni kambing yang sudah sempurna berusia enam bulan


Syarat fauna yang dibutuhkan untuk Aqiqah adalahdari type domba atau domba. Tipe kelaminnya jantan atau betina tidak masalah yang urgen sehat, tidak cacat dan telah dewasa. Sebaiknya memang mencari fauna Aqiqah yang sempurnah laksana yang diberikan contoh nabi besar Muhammad SAW kala laksanakan Aqiqah, yaitu domba jantan yang sehat dan tidak cacat. Namun begitu demi mengawal keragu-raguan umatnya dalam menilai kategori domba maka nabi SAW bersabda yang di riwayatkan oleh Ashhabus Sunan yang dengan kata lain seperti inilah ini :


“Untuk anak lelaki dua kambing, dan guna anak wanita satu kambing, dan tidak memudharati kalian apakah kambing-kambing itu jantan atau betina.” (HR. Ashhabus Sunan, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany).


Lantaran di beri keringanan laksana itu, terkadang orang masih salah persepsi dan memilih fauna Aqiqah sesuka hati. Yang urgen kambing dapat utk Aqiqah, tersebut tidak benar. Berikut ini merupakan jenis-jenisdomba yang usahakan di pakai untuk fauna Aqiqah.


JENIS & SYARAT HEWAN UNTUK AQIQAH


Type fauna yang dibutuhkan utk Aqiqah yakni dari jenis fauna mamalia kecil laksana kambing, kambing dan biri-biri.

Kategori kelamin domba utk Aqiqah dapat berjenis kelamin jantan atau betina sama saja dan tidak terdapat masalah, menurut sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari jalan Ummu Kurz, “….tidak mudharat untuk kamu apakah domba laki-laki atau domba perempuan…”

Umur domba untuk aqiqah tersebut sendiri dikiaskan dengan umur domba qurban, yakni : Untuk kambing atau biri-biri lumayan satu thn atautidak cukup sedikit; Buat domba biasa umurnya lumayan dua thn dan masuk tahun ketiga; Sifat dan penampilan domba untuk Aqiqah usahakan tidak jauh tidak serupa domba qurban yakni domba yang sehat dan bagus, bukandomba yang cacat dan sakit.


Sempurnakan Syarat kambing dan Kambing Aqiqah :


Disyariatkan fauna aqeqah dari type kambing atau kambing.


Umur fauna aqiqah menurut keterangan dari umumnya ulama menyamakan dengan persyaratan fauna qurban adalahyang sudah melalui setahun, atau paling tidak enam bulan yang bila dibaur tidak tampak bedanya.


Kesehatan, ternak tidak : buta walaupun sebelah; pincang yang nyata; kurus kering; terpotong ekor atau telinga lebih dari sepertiganya; ompong gigi disebabkan lanjut usia atau sakit, lumpuh dan tak waras sehingga tidak bisa digembalakan.


Syarat domba aqiqah bukan cacat yang dilarang sekiranya tanduk patah, gigi lepas dalam masa pergantian, bulu rontok, sakit enteng dan luka kecil yang tidak membahayakan kelangsungan hidupnya.


Penyaluran kriteria domba aqiqah boleh dalam suasana mentah atau matang. Dengan menyelenggarakan walimah ataupun sekedar mengalirkan hendaknya dikhususkan dilingkungan bayi diagungkan dgn tidak melupakan fakir, kurang mampu dan anak yatim.


Keputusan Disaat


Adapun aisyah menuliskan aqeqah dilaksanakan kepada hari ke tujuh, ke empat belas atau ke dua puluh satu,

Urutan afdhaliat : hari ke tujuh, hari ke empat belas, hari ke dua puluh satu dan seluruhnya hari saat sanggup

Hikmah dilakukan aqiqah


Sarana memprokalmirkan kelahiran anak untuk lingkungannya.

Perwujudan rasa syukur dan kegembiraan atas meningkatnya umat Muhammad.

Mempererat ikatan cinta masyarakat yang berkumpul menghadiri jamuan aqeqah

Ikut meringankan masalah social dengan pembagian daging aqeqah

Menghubugkan antara anak dan orang tuanya baik dalam do’a maupun syafaat di hari kiamat.


SYARAT DOMBA UNTUK AQIQAH


Sebelum mengerjakan aqiqah guna anak anda, amat paling mutlak untukmemahami syarat dan peraturan kambing/domba yang dapat disembelih guna aqiqah. Aqiqah anak yakni ibadah, sampai-sampai hendaknya saya dan anda lakukan dgn sebaik-baiknya dan cocok dengan bimbingan syariah dalam melaksanakannya.


Ada sekian tidak tidak banyak arahan bikin dapat memilih domba Aqiqah dan serta ada peraturan disaat nya yang dapat kamu pakai. yang sangat utama merupakan tips dari Rasulullah SAW. :


Dari Jabir Radhiyallahu ta`ala ‘anhu, Rasulullah bersabda, “Jangan kalian menyembelih kecuali fauna yang sudah mengisi umur, kecuali sekiranya sulit untuk kalian. Jika sulit untuk kalian maka sembelihlah jada-a dari domba.”


“Empat macam hewan yang tidak sah dijadikan qurban : 1. Cacat matanya, 2. sakit, 3. pincang dan 4. kurus yang tidak berlemak lagi “ (HR Bukhari dan Muslim).


1. Cukup Umur

Yang dimaksud pass umur ialah minimal enam bulan dan usahakan sudahmelalui satu tahun. Ini yakni menurut sabda Rasul dan pengakuan jumhur ulama.


2. Hewan Sehat dan tidak pincang

Periksa mulai semenjak sejak dari mata, apakah buta kedua matanya atau buta sebelah, dahulu ekornya apakah telah terpotong erkonya atau telinga. Setelah Itu kamu juga mesti memperhatikan dari segi fisik kambing, apakah sedang sakit atau tidak. Seandainya hendak memakai jasa aqiqah, usahakan kamu memakai jasa aqiqah yang benar-benar lah berdedikasi dan bukan amatiran. Tak Sedikit yang menawarkan domba aqiqah murah tetapi harus teliti sebelum membeli.


3. Tidak Cacat

Sebetulnya bukan cacat yang tidak diperbolehkan, namun bila tanduk patah, gigi lepas dalam masa peralihan serta bulu rontok, sakit enteng dan saksikan sekian tidak tidak banyak penyakit atau tanya yang tidak membahayakan kehidupan domba untuk aqiqah.


Distribusi daging aqiqah


Setelah disembelihnya fauna aqiqah, kriteria domba aqiqah maka semua ulama menyarankan utk membaginya menjadi tiga bagian. Sepertiga kesatu guna ahlul bait, sepertiga kedua untuk diserahkan pada orang beda sebagai hadiah, dan sepertiga terakhir guna dijadikan yg yakni sedekah.


Dianjurkan pula bahwa pemberian utk sedekah dan hadiah, lebih urgen jikalau dilaksanakan setelah daging tadi dimasak oleh ahlulbait, tidakdiberikan dalam suasana masih mentah. Factor ini menilik tidak seluruhnya fakir kurang mampu dalam suasana akan utk memasak daging yang diberikannya, dan kalaupun akan dapat menambah beban mereka. Maka yangsangat penting ialah menopang beban mereka dan menyerahkan kebahagiaan dan kesenangan untuk mereka.


ANTARA AQIQAH DAN KURBAN


Kalau pengamalan aqiqah bertepatan bareng bulan – bulan haji, apakah mampu digabungkan antara fauna kurban dengan aqiqah, dengan jalankan salah satunya saja. Ataukah antara aqiqah dan kurban tersebut sendiri yaitu hal yang sama..? Untuk persoalan ini, semua ulama pulang terbagi menjadi dua unsur ;


Mula-mula :


Bahwa fauna kurban sekiranya digabungkan dengan kriteria domba aqiqah,sebab bertepatan bareng bulan haji, maka tidak menjadi masalah untuk ulama hambali, dan Muhammad Tubuh Intelijen Negeri Sirin juga Hasan Bashri.


Diceritakan dalam satu riwayat bahwa ayah dari imam Ahmad, adalahHambal pernah membeli fauna kurban dan menyembelihnya di bulan haji dengan niat kurban sekaigus aqiqah. Dengan dalil inilah ulama di atas memeprbolehkan kurban dan aqiqah dilakukan pada satu saat dan satu niat, merupakan ketika iedul adha.


Kedua :


Yaitu pendapat ulama Maliki, yang berasumsi bahwa kurban dan kriteria domba aqiqah yaitu hal yang berbeda. Dalam segi syariat dua-duanya sudah tak serupa, karena disyariatkan dua-duanya pula tak serupa. Maka kurban dan aqiqah tidak dapat digabungkan satu sama yang yg lain.


SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB DALAM AQIQAH


Pertama :


Kalangan Hambali dan Maliki, berasumsi bahwa yang bertanggungjawab atas syariat domba aqiqah pas dgn khitab hadits yang telah dilafalkan diatas, merupakan ortu laki – laki, sang ayah. Dikuatkan pulang oleh pendapat imam Ahmad dikala ditanya berkaitan seseorang yang belum diaqiqahkan oleh ayahnya bareng kiat apa hukumnya, dia membalas : kewajiban tersebut atas ayahnya.


Kedua :


Kalau si anak mempunyai harta dan dapat melakukannya sendiri, maka dia yang bertanggung jawab atas diriny sendiri. Sanggup namun bilamana tidak mampu dan masih mempunyai ayah, maka ayahnya yang tanggungjawab. Sementara bilamana dirinya tidak bisa dan bukan lagi mempunyai ayah, maka kewajibannya untuk sang ibu. sebagaimana pendapat Ibnu Hazm adhzahiri.


ke3 :


Yang memiliki hak mengaqiqahkan anak, yaitu mereka yang bertanggungjawab dalam memberi nafkah atas kehidupan sehari – harinya ( wali ). Tidak harus orangtua. Seperti yang dilaksanakan oleh Rasulullah saw, yang mengaqiqahkan cucu ia Hasan dan Husein. Sebab menurut keterangan dari sekian tidak tidak banyak opini bahwa Ali saat tersebut sedang dalam suasana terhimpit. Ada yang menuliskan bahwa Ali sebelumhya memberikan fauna aqiqah untuk Rasul guna kedua puteranya. Yang jelas, ini merupakan pendapat Imam Syafi’i, bahwa keharusan aqiqah atas anak,berpulang pada orang yang merawat dan memberi nafkah padanya.


Keempat :


Yang bertanggungj awab atas aqiqah seorang anak, bukan orang sana ayah, bukan ibu dan bukan orang yang member nafkah hidupnya. Melainkan tidak terdapat orang yang tertentu yang diserahkan kewajiban husus buat mengerjakan aqiqah. Sebagaimana di hadits – hadits yang telah dilafalkan tiada “ qayid “ yang jelas bahwa kewajibannya eksklusif sang ayah, ibu, ataupun wali. Oleh dikarenakan tersebut sah – sah saja bila yang malaksanakannya orang beda tak hanya mereka, laksana paman, sanak saudara atau bahkan orang asing sekalipun. Ini pendapat imam Ibnu Hajar dan Syaukani.


Dari sekian banyak  opini di atas, kita dapat menarik benang merah ga ada pengakuan yang sepakat ditentukan oleh ulama mengenai siapa yang bertanggungjawab dalam hal mengaqiqahkan sang anak. Maka menurut keterangan dari penulis, yang berwenang kesatu kali ialah sang ayah,lantas wali atau orang yang mengasuhnya, kemudian andai ada dari sanak saudaranya yang hendak mengaqiqahkannya makanya juga diizinkan syarat domba aqiqah. Wallahu a’lam


Tagged: , , , ,

0 komentar:

Posting Komentar