Selasa, 03 April 2018

Syarat aqiqah anak laki laki dan wanita yang sesuai peraturan syariat dan sah menurut keterangan dari Islam mesti diisi supaya ibadah itu diterima. Meskipun hukumnya sunnah, maka kriteria dan peraturan tetaplah menjadi bagian urgen dalam syariat Islam. Terlebih lagi, aqiqah adalahsalah satu ibadah yang pelaksanaannya sekali seumur hidup. Beberapakriteria dan peraturan dalam aqiqah diantaranya mencakup waktupengamalan aqiqah, jumlah dan jenis fauna yang disembelih, pemotongan rambut bayi, dan pembagian daging aqiqah.




Syarat Aqiqah Anak Laki Laki Dan Perempuan Dalam Hadist

Hadist sahih yang berkata tentang masa-masa pelaksanaan aqiqah guna anak atau bayi yang baru lahir ialah sebagai berikut:


Dari Samurah bin Jundub dia berbicara : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelihfauna (kambing), diberi nama dan dipotong rambutnya.” [HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad]


Dari ‘Aisyah RA, ia berkata, “Rasulullah SAW pernah ber aqiqah guna Hasan dan Husain pada hari ke-7 dari kelahirannya, beliau memberi nama danmenyuruh supaya dihilangkan kotoran dari kepalanya (dicukur)”. [HR. Hakim, dalam AI-Mustadrak juz 4, hal. 264]


Anak-anak tersebut tergadai (tertahan) dengan aqiqahnya, disembelihfauna untuknya pada hari ketujuh, dipotong kepalanya dan diberi nama.” [HR Ahmad]


Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berbicara : Rasululloh bersabda : “Aqiqah dilakukan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah fauna dan hilangkanlah seluruh gangguan darinya.” [Hadits Riwayat Bukhari]


Dari Aisyah dia berbicara : Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua domba yang sama dan bayi wanita satu kambing.” [HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah]


Dari Fatimah binti Muhammad saat melahirkan Hasan, dia berbicara : Rasulullah bersabda : “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perakuntuk orang kurang mampu seberat timbangan rambutnya.” [HR Ahmad, Thabrani, dan al-Baihaqi]


Syarat dan peraturan waktu pengamalan aqiqah

Berdasarkan riwayat hadist di atas maka pengamalan aqiqah yang sangat sesuai syariat ialah pada hari ke-7 semenjak kelahiran bayi. Jika pada hari ketujuh dari lahirnya anak terlewatkan aqiqahnya, maka beberapa ulama mengizinkan untuk pelaksanaannya di hari ke 14. Bila di hari ke 14 pun pun luput, maka pelaksanaannya juga di hari ke 21. Hal itu menurutalasan hadist:


Dari Abu Buraidah r.a.: Aqiqah tersebut disembelih pada hari ketujuh, atau keempat belas, atau kedua puluh satunya. (HR Baihaqi dan Thabrani)


Syarat dan peraturan bersangkutan jumlah dan jenis fauna yang disembelih

Mengenai kriteria jumlah fauna yang disembelih, sudah jelas riwayatnya bahwa guna anak laki-laki ialah 2 ekor domba dan guna anak perempuanialah satu ekor kambing. Meskipun laki-laki dan perempuan ialah sama-sama makhluk ciptaan Allah SWT tetapi ada perbedaan diantara dua-duanya seperti halnya ketika pelaksanaan aqiqah. Hal itu senada dengan hukum waris dimana anak laki-laki berhak mewarisi harta orang tuanya dua bagiansementara anak wanita satu bagian. Mengenai pendapat, Abu Ishaq as-Sirazi, yang membolehkan mengenai jumlah fauna aqiqah yang sama guna bayi laki-laki dan wanita didasarkan pada alasan hadist:


أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَقَّ عَنِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشً


“Jika setiap anak baik laki-laki maupun wanita di aqiqah dengan satu ekor domba maka tersebut boleh sebab ada riwayat dari Ibnu Abbas ra yang mengaku bahwa Rasulullah WAS mengaqiqahi Hasan ra dan Husain rasetiap satu domba gibas (domba jantan)” (al-Muhadzdzab fi Fiqh al-Imam asy-Syafi’i, juz, 1, h. 241).


Mengenai jenis fauna aqiqah, semua ulama tidak berselisih pendapatmengenai aqiqah dengan domba atau domba. Namun mereka berselisih pendapat mengenai beraqiqah dengan fauna selain domba atau domba.


Hadist tentang fauna aqiqah berupa domba atau domba:


عن أم كرز قالت سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول : عن الغلام شاتان وعن الجارية شاة لا يضركم أذكرانا كن أم إناثا


Dari Ummu Kurz, Ia berbicara : Aku mendengar Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam bersabda : ”Untuk seorang anak laki-laki ialah dua ekor domba dan guna anak perempuan ialah seekor kambing. Tidak mengapa untuk kalian apakah ia domba jantan atau betina”


Perbedaan pendapat tentang beraqiqah dengan di samping kambing:


Jumhur ulama membolehkannya

Sebagian ulama tidak membolehkannya, bahkan mereka mengaku tidak sah ’aqiqah di samping dari jenis domba atau domba.

Baca penjelasan tentang perbedaan pendapat itu disitus zainalm.com.


Bagi yang menyembelih fauna aqiqah pun perlu menyimak syarat dan rukun penyembeliah yang cocok syariat Islam. Berikut ialah hal berhubungan menyembelih fauna aqiqah:


Hukumnya haram menyembelih fauna aqiqah tersebut untuk destinasi di samping Allah.

Memperlakukan fauna aqiqah dengan sarat kasih sayang.

Saat menyembelih mesti melakukan baik dan mengemban hal-hal berikut,

pisau ditajamkan.

jauhkan pandangan domba ketika mengasah pisau.

menggiring domba ke lokasi penyembelihan dengan tata teknik yang baik.

hewan sembelihan direbahkan.

tempatkan dengan baik unsur tubuh yang bakal disembelih.

Hewan aqiqah dihadapkan ke arah kiblat saat akan disembelih.

Meletakkan telapak kaki di leher sembelihan.

Mengucap Bismillah.

Tidak diperkenankan memakai tulang dan kuku sebagai perangkat penyembelih.

Syarat dan peraturan dalam pemotongan rambut bayi dan pemberian nama


Memotong rambut termasuk di antara sunnah yang usahakan dilakukan padaketika aqiqah. Hadist yang menjadi dasar sunnah ini merupakah hadist shahih.


Selain dipotong rambutnya, hendaknya si bayi diserahkan nama yang baik. Nama adalahpengharapan dan doa untuk orang tua terhadap anak. Olehsebab itu, betapa baiknya menyerahkan nama yang baik demi kebajikan si anak tersebut sendiri di masa depannya.


Syarat dan peraturan dalam pembagian daging aqiqah

Berbeda dengan idul Adha, dimana daging kurban diberikan dalam situasi mentah, daging fauna aqiqah usahakan bagikan dalam situasi telah dimasak dan matang. Daging olahan itu dapat diberikan kepada fakir miskin, karib kerabat, tetanga, atau anggota family lainnya. Bagi keluarga, menurut keterangan dari ulama jumlah maksimal daging yangbisa diambil ialah sepertiganya.


Mengebai pembagian daging aqiqah, Ibnu Al-Qayyim berkata: Membagikan daging aqiqah dalam suasana matang ialah lebih baik sebab dengan memasaknya berarti ia sudah menanggung ongkos memasak untuk orangkurang mampu dan semua tetangga. Dan ini adalahnilai tambah tersendiri dalam melakukan kebaikan dan dalam mensyukuri nikmat ini (kelahiran anak). Dengan demikian semua tetangga dan orang-orang kurang mampu dapat menikmatinya dengan tenang tanpa memikirkan bagaimana memasaknya. Di samping itu, barangsiapa yang diberi daging yang matang siap guna dimakan maka kebahagiaan dan kegembiraan orang itu akan lebih sempurna dari pada ia melulu menerima daging mentah yang memerlukan ongkos dan tenaga guna memasaknya.


Sungguh sempurna syariat Islam. Dalam urusan kebahagiaan dengan kelahiran seorang putra, Islam mengajarkan guna berbagi dengan orang lain. Demikianlah sejumlah syarat aqiqah anak laki laki dan wanita yang dapat diperhatikan dan dilaksanakan.


Akikah anak laki-laki dan wanita menurut keterangan dari Islam dapat diartikan sebuah proses penyembelihan/pemotongan domba yang ditujukanguna mewujudkan rasa syukur untuk Allah SWT yang telah menyerahkan karunia berupa anak (putra atau putri) untuk pasangan yang sudah menikah. Beberapa riwayat hadits melafalkan bahwa untuk anak laki-laki disunahkan guna menyembelih dua ekor kambing, sedang untuk anak perempuan melulu menyembelih satu ekor kambing.



Pengertian Akikah/Aqiqah

Berbicara tentang akikah, bahwa secara etimologis aqiqah yaitu prosesmencukur atau dalam bahasa Arab al-qat’u atau sebutan untuk rambut yang di kepala bayi saat baru dilahirkan. Secara fiqih, akikah merupakanfauna yang bakal disembelih guna mewujudkan rasa syukurnya untuk Allah SWT yang sudah mengaruniai buah hati baik laki-laki maupun perempuan. Dalam bahasa Jawa akikah dinamakan dengan istilah kekahan.



Berdasarkan keterangan dari dalil yang diungkapkan Samurah bin Jundub mengatakan, bahwa Rasulullah sudah bersabda:



كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّيكُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تَذْ بَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى



“Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dipotong dan diberi nama” [HR Abu Daud, no. 2838, at-Tirmidzi no. 1522, Ibnu Majah no. 3165]



Al-Hasan bin ‘Ali al-Shan’ani melafalkan bahwa hadits itu di atas diriwayatkan oleh Imam Yang Lima (Ahmad, Abu Daud, al-Tirmidzi, al-Nasai dan Ibn Majah) dan disahihkan oleh al-Tirmidzi, al-Hakim dan Abdul Haq (Fath al-Ghaffar, 2:1127).



Hadits itu diatas dishahihkan oleh al-Hakim dan diamini oleh adz-Dzahabi, Syaikh al-Albani dan Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini dalam buku al-Insyirah Fi Adabin Nikah halaman 97.



Dalam Musnad Ahmad yang ditahqiq oleh ‘Abdul Qadir al-Arnaut, dan kawan-kawan, semua pentahqiq/peneliti buku tersebut menuliskan bahwa hadits ini sahih. (Musnad Ahmad bin Hanbal, 33:318). Begitu pun Muhammad Nashiruddin al-Bani, beliau mensahihkan hadits ini. (Irwa al-Ghalil, 4:386).



Selanjutnya, dari Asiyah yang menuliskan bahwa, Rasulullah bersabda:



عن عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُمْ عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ (رواه الترمذي وصححه



“Dari Aisyah r.a., bahwasannya rasulullah s.a.w. memerintahkan untuk para kawan untuk mengaqiqahkan anak laki-lakinya dengan dua domba yang besar dan anak wanita satu kambing” HR. al-Tirmidzi



Mnurutnya al-Tirmidzi hadis di atas ialah shahih. Hadis di atas berkata perbedaan jumlah domba yang disembelih pada acara akikah anak laki-laki dan wanita menurut keterangan dari Islam.



Waktu Pelaksanaan Aqiqah/Akikah Anak Laki-laki dan Perempuan Berdasarkan keterangan dari Islam

Pelaksanaan aqiqah/akikah anak laki-laki dan wanita menurut keterangan dari Islam yang sudah disepakati ulama secara sahih yaitu di hari ketujuh dari kelahiran bayi tersebut. Kesepakatan ini menurut darialasan hadist sahih yang diriwayatkan oleh Samurah ibn Jundub di atas. Beliau menungkapkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda seorang anak yangsudah terikat dengan aqiqahnya, maka ia bakal disembelihkan aqiqah di hari ketujuh dan sekaligus diserahkan nama untuk bayi tersebut. Meski demikian, andai ada yang terlewat serta belum dapat melaksanakannya di hari ketujuh, maka dapat diundur pelaksanannya di hari ke 14. Bahkanandai memang belum dapat juga melaksanakannya, maka di hari 21 dapat dilaksanakan atau kapan saja dapat untuk melaksanakannya. Namun tidakterdapat riwayat hadist yang melafalkan aqiqah di samping hari ke-7.



Pelaksanaan aqiqah di hari ketujuh ialah didasarkan atas anjuran. Jika memang tidak dapat dilaksanakan pada hari tersebut, kemudian bagaimana solusinya? Mengenai urusan ini, semua ulama memiliki sejumlah pendapat yang berbeda-beda. Berikut ialah rangkuman yang dilansir dari sini:



Berdasarkan keterangan dari ulama Syafi’iyah dan Hambali, masa-masa aqiqah dibuka dari kelahiran. Tidak sah aqiqah sebelumnya dan cumadirasakan sembelihan biasa. Dengan demikian, andai seorang ibu yangmerasakan keguguran, maka aqiqah tidak butuh dilaksanakan. Meskipunumur bayi tersebut telah lebih 4 bulan di dalam kandungan ibunya

Berdasarkan keterangan dari ulama Hanafiyah dan Malikiyah, masa-masa aqiqah ialah pada hari ketujuh dan jangan sebelumnya.

Berdasarkan keterangan dari ulama Malikiyah bahwa batasan aqiqah telah gugur sesudah hari ketujuh. Sementara itu, ulama Syafi’iyah membolehkan aqiqah sebelum umur baligh, dan ini menjadi keharusan sang ayah.

Berdasarkan keterangan dari ulama Hambali bahwa andai aqiqah tidakdilakukan pada hari ke-7 (tujuh), maka disunnahkan dilakukan pada hari ke-14 (empat belas). Jika tidak sempat lagi pada hari tersebut, bolehdilakukan pada hari ke-21 (dua puluh satu).

Berdasarkan keterangan dari ulama Syafi’iyah berasumsi bahwa aqiqah tidaklah dirasakan luput andai diakhirkan waktunya. Akan tetapi,disarankan aqiqah tidaklah diakhirkan sampai usia baligh. Jika sudah baligh belum pun diaqiqahi, maka aqiqahnya tersebut gugur dan si anak boleh memilih guna mengaqiqahi dirinya sendiri

Mengenai masalah masa-masa ibadah aqiqah, memang ada sejumlah pendapatitu di atas. Hadist yang powerful memang melafalkan pelaksanaan aqiqahialah pada hari ke-7. Mengenai urusan tersebut Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc berasumsi “agar aqiqah dilakukan pada hari ketujuh, tidak sebelum atau sesudahnya. Lebih baik berpegang dengan masa-masa yang disepakati oleh semua ulama“.



Adapun pendapat yang membolehkan aqiqah di masa-masa di samping hari ketujuh menyadarkan pada prinsip bahwa agama Islam adalahagama yang memberikan fasilitas dan tidak menyerahkan kesulitan. Seperti firman Allah SWT pada Al Qur’an:



يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ



“Allah menghendaki fasilitas bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” [Al-Baqarah : 185]



Ayat itu di atas lebih dekat dengan keringanan pada ketika puasa Ramadhan.



Rangkuman mengenai Aqiqah





Beberapa hal sebagai berikut adalahsegala sesuatu yang sehubungan dengan pengamalan Akikah Anak Laki-laki dan Perempuan Berdasarkan keterangan dari Islam:



Sunah hukumnya untuk menyerahkan nama dan memotong rambut seorang anak di hari ketujuh kelahirannya. Seperti misalnya, andai seorang anakbermunculan di hari Ahad, maka pengamalan aqiqahnya dilaksanakan di hari Sabtu.

Anak laki-laki disunatkan guna menyembelih dua ekor domba dan seorang anak wanita 1 ekor domba untuk pengamalan aqiqahnya.

Orang tua disunahkan untuk mengerjakan aqiqah untuk anak-anaknya,tetapi pelaksanaannya juga dapat dilakukan oleh anggota keluarganya yang lain.

Pelaksanaan aqiqah dalam Islam ini hukumnya sunnah.

Demikianlah sejumlah hal yang kamu ketahui tentang prosesi akikah anak laki-laki dan wanita menurut keterangan dari Islam yang bisa kamu ketahui. Semoga bermanfaat.


Aturan aqiqah yang benar guna anak laki laki dan wanita dan yang cocok dengan syariat Islam butuh diketahui oleh masing-masing muslimin dan muslimat, terutama untuk pasangan yang bakal menikah. Dengan mempelajari tata aquran aqiqah, maka kamu akan punya lumayan waktu guna mempersiapkan kelahiran buah hati menurut bimbingan agama Islam. Aqiqah disebut pun dengan nama akikah, aqiqahan, akikahan atau kekahan (bahasa Jawa).



Mayoritas ulama berasumsi bahwa hukum aqiqah ialah sunnah muakad.



Aturan Aqiqah yang Benar dalam Islam

Aturan aqiqah dalam Islam bertolak belakang dengan aturan yang sudah ada sebelum datangnya Islam yang diangkut oleh Nabi Muhammad. Jika pada masa pra Islam di Mekah, bayi yang baru bermunculan dilumuri dengan darahfauna seperti kambing, maka sesudah datangnya Islam syariat itu dihapuskan. Bahkan kebajikan perayaan kelahiran sang bayi dipungut dalampengamalan aqiqah. Bayi bukan lagi dilumuri dengan darah tetapidipotong rambutnya pada hari ketujuh sejalan dengan pengamalan pemotongan domba aqiqah.



Aqiqah sebagai format ibadah untuk Allah SWT dan ungkapan syukur atas anugrah kelahiran sang buah hati perlu dilakukan dengan tidak berlebih-lebihan. Biaya aqiqah di tahun 2018 ini bertolak belakang dengan ongkos aqiqah di tahun 2017. Harga domba aqiqah yang naik, bakal mendorong meningkatnya ongkos aqiqah secara keseluruhan.



Sebagai perwujudan rasa syukur untuk Allah atas kelahiran anak baik laki-laki maupun perempuan, umat Islam disarankan untuk berbagi dengan sesamamelewati acara aqiqah. Bagi bayi laki-laki disembelihkan 2 ekor domba dan guna bayi wanita 1 ekor kambing. Secara logika, family yangmengerjakan penyembelihan domba ini tidak bakal dapat menghabiskannya sendiri dalam sehari. Terlebih lagi, andai disembelih 2 ekor kambing. Oleh karenanya, Islam mengajarkan umatnya guna berbagi dengan fakir miskin. Bagi kamu yang hendak menyelenggarakan acara aqiqah secara praktis dan ekonomis, dapat memakai jasa aqiqah murah.



Aturan Aqiqah guna Anak/Bayi Laki-laki

Telah dilafalkan sebelumnya bahwa aturan aqiqah guna anak laki-lakiialah dengan menyembelih 2 ekor kambing. Untuk masa-masa aqiqah, lebih utama (afdhol) untuk mengemban acara aqiqah pada hari ke-7 kelahiran bayi. Kami sudah menyebutkannya pada tulisan kami tentang definisi aqiqah. Sebagian ulama membolehkan aqiqah pada hari lain untuk yang tidakdapat melaksanakan aqiqah pada hari ke-7. Waktunya ialah hari kelipatan 7 yaitu hari ke-14, hari ke-21. Yang menjadi alasan pelaksanaan acara aqiqah di samping hari ke-7 ialah Hadist Riwayat Al Baihaqy.



عن إسماعيل بن مسلم عن قتادة عن عبدالله ابن بريدة عن أبيه عن النبي e قال 🙁 العقيقة تذبح لسبع ولأربع عشرة ولإحدى وعشرين ) رواه البيهقي



Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya dari Naby bersabda : aqiqahtersebut disembelih pada hari ke-7 (tujuh) atau ke-14 (empat belas) atau ke-21 (dua puluh satu) [HR. Baihaq]



Pendapat ulama beda satu riwayat dalam madzhab Hambali dan pendapat Abu Abdillah Al Busyanjy dari kalangan ulama syafi’iyah mengeatakan bahwa aqiqah boleh dilaksanakan kapan juga sesuai keterampilan walau tanpamenyimak kelipatan hari atau pekan.



Aturan Aqiqah guna Anak/Bayi Perempuan

Berbeda dengan anak laki-laki, aturan aqiqah guna anak perempuan ialah dengan menyembelih 1 ekor kambing. Aturan tentang waktu aqiqah guna bayi perempuan ialah sama dengan bayi laki-laki



Aturan Aqiqah dan Qurban

Aturan aqiqah dan qurban tidaklah sama. Misalnya saja dalam urusan jumlahfauna yang disembelih. Jika pada aqiqah ada peraturan 2 ekor guna laki-laki dan 1 ekor guna perempuan, maka pada qurban tidak terdapat ketentunlaksana itu. Yang terdapat hanyalah 1 ekor domba atau yang sesuai dengan itu, contohnya 1 unsur sapi. Perlu kamu ketahui bahwa, 7 orangbisa bersepakat untuk mengemban qurban dengan 1 ekor sapi.


Tagged: ,

0 komentar:

Posting Komentar