Jumat, 06 April 2018

HUKUM KAMBING AKIKAH

Para ulama tak sama pendapat dalam menilaipersyaratan domba aqiqah khususnya dalam aspekumur kambing. Ada yang berasumsi harus 2 (dua) thn, ada juga yang berasumsi 1 (satu) thn guna domba.



Kambingnya mesti sehat, jangan cacat yaitu tidak buta, tidak hilang beberapa gede tanduk atau kupingnya, tidak ompong seluruh gigi depannya dll.



Tetapi terdapat pula beberapa ulama yang membolehkan dengan domba apa saja menilik tidak adaalasan khusus sehubungan persyaratan untuk domba aqiqah, adapun persyaratan tadi diatas merupakan kias dari persyaratan domba qurban. Namun tetap yangsangat afdol pastinya yang telah mengisi syarat-syarat diatas.



Berdasarkan keterangan dari para ulama diizinkan beraqiqah bareng kambing betina, disebabkan dalam persayaratan domba untuk Aqiqah tidak ditentukan satupun penjelasan yang melarangnya, namun yang lebih afdol ialah dgn domba jantan. Berapa usiadomba untuk aqiqah? supaya mengisi syarat aqiqah atau qurban



Jikalau berkata berapakah usia domba untuk aqiqah itu? Memang terdapat yang berasumsi harus telah tanggal giginya, terdapat lagi yang berasumsi bahwa usia domba buat aqiqah tersebut harus telah genap satu th, terdapat lagi yang berasumsi bahwa usiadomba utk aqiqah tersebut dapat di lihat dari ukuran tanduk. Sebenarnya untuk menyatakan masalah ini lebih baik anda kembalikan lagi pada penjelasansemua Ulama. Dijelasakan oleh semua Ulama bahwakriteria kambing atau domba untuk aqiqahmerupakan sama kriterianya laksana untuk qurban. Adapun utk qurban tersebut sendiri disyaratkan kategori fauna dan umur nya pun sebagai inilah :



Ats-Tsaniy dari unta adalahyang sudah sempurna berusia lima tahun

Ats-Tsaniy dari sapi adalahyang sudah sempurna berusia dua tahun

Ats-Tsaniy dari domba yaitu yang sudah sempurna berusia setahun

Al-Jadza’ yakni kambing yang sudah sempurna berusia enam bulan



SYARAT HEWAN AQIQAH



Syarat fauna yang dibutuhkan untuk Aqiqah adalahdari type domba atau domba. Tipe kelaminnya jantan atau betina tidak masalah yang urgen sehat, tidak cacat dan telah dewasa. Sebaiknya memang mencari fauna Aqiqah yang sempurnah laksana yangdiberikan contoh nabi besar Muhammad SAW kala laksanakan Aqiqah, yaitu domba jantan yang sehat dan tidak cacat. Namun begitu demi mengawal keragu-raguan umatnya dalam menilai kategori domba maka nabi SAW bersabda yang di riwayatkan oleh Ashhabus Sunan yang dengan kata lain seperti inilah ini :



“Untuk anak lelaki dua kambing, dan guna anakwanita satu kambing, dan tidak memudharati kalian apakah kambing-kambing itu jantan atau betina.” (HR. Ashhabus Sunan, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany).



Lantaran di beri keringanan laksana itu, terkadang orang masih salah persepsi dan memilih fauna Aqiqah sesuka hati. Yang urgen kambing dapat utk Aqiqah,tersebut tidak benar. Berikut ini merupakan jenis-jenis domba yang usahakan di pakai untuk fauna Aqiqah.



JENIS & SYARAT HEWAN UNTUK AQIQAH



Type fauna yang dibutuhkan utk Aqiqah yakni dari jenis fauna mamalia kecil laksana kambing, kambing dan biri-biri.

Kategori kelamin domba utk Aqiqah dapat berjenis kelamin jantan atau betina sama saja dan tidakterdapat masalah, menurut sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari jalan Ummu Kurz, “….tidak mudharat untuk kamu apakah domba laki-laki ataudomba perempuan…”

Umur domba untuk aqiqah tersebut sendiri dikiaskan dengan umur domba qurban, yakni : Untuk kambing atau biri-biri lumayan satu thn atau tidak cukup sedikit; Buat domba biasa umurnya lumayan dua thn dan masuk tahun ketiga; Sifat dan penampilan domba untuk Aqiqah usahakan tidak jauh tidak serupa domba qurban yakni domba yang sehat dan bagus, bukandomba yang cacat dan sakit.



Sempurnakan Syarat kambing dan Kambing Akikah :



Disyariatkan fauna aqeqah dari type kambing atau kambing.



Umur fauna aqiqah menurut keterangan dari umumnya ulama menyamakan dengan persyaratan fauna qurban adalahyang sudah melalui setahun, atau paling tidak enam bulan yang bila dibaur tidak tampak bedanya.



Kesehatan, ternak tidak : buta walaupun sebelah; pincang yang nyata; kurus kering; terpotong ekor atau telinga lebih dari sepertiganya; ompong gigidisebabkan lanjut usia atau sakit, lumpuh dan tak waras sehingga tidak bisa digembalakan.



Syarat domba aqiqah bukan cacat yang dilarangsekiranya tanduk patah, gigi lepas dalam masa pergantian, bulu rontok, sakit enteng dan luka kecil yang tidak membahayakan kelangsungan hidupnya.



Penyaluran kriteria domba aqiqah boleh dalamsuasana mentah atau matang. Dengan menyelenggarakan walimah ataupun sekedar mengalirkan hendaknyadikhususkan dilingkungan bayi diagungkan dgn tidak melupakan fakir, kurang mampu dan anak yatim.



Keputusan Disaat



Adapun aisyah menuliskan aqeqah dilaksanakan kepada hari ke tujuh, ke empat belas atau ke dua puluh satu,

Urutan afdhaliat : hari ke tujuh, hari ke empat belas, hari ke dua puluh satu dan seluruhnya harisaat sanggup

Hikmah dilakukan aqiqah



Sarana memprokalmirkan kelahiran anak untuk lingkungannya.

Perwujudan rasa syukur dan kegembiraan atasmeningkatnya umat Muhammad.

Mempererat ikatan cinta masyarakat yang berkumpul menghadiri jamuan aqeqah

Ikut meringankan masalah social dengan pembagian daging aqeqah

Menghubugkan antara anak dan orang tuanya baik dalam do’a maupun syafaat di hari kiamat.



Sebelum mengerjakan aqiqah guna anak anda, amatpaling mutlak untuk memahami syarat dan peraturan kambing/domba yang dapat disembelih guna aqiqah. Aqiqah anak yakni ibadah, sampai-sampai hendaknyasaya dan anda lakukan dgn sebaik-baiknya dan cocok dengan bimbingan syariah dalam melaksanakannya.



Ada sekian tidak tidak banyak arahan bikin dapat memilih domba Aqiqah dan serta ada peraturan disaat nya yang dapat kamu pakai. yang sangat utamamerupakan tips dari Rasulullah SAW. :



Dari Jabir Radhiyallahu ta`ala ‘anhu, Rasulullah bersabda, “Jangan kalian menyembelih kecuali fauna yang sudah mengisi umur, kecuali sekiranya sulituntuk kalian. Jika sulit untuk kalian maka sembelihlah jada-a dari domba.”



“Empat macam hewan yang tidak sah dijadikan qurban : 1. Cacat matanya, 2. sakit, 3. pincang dan 4. kurus yang tidak berlemak lagi “ (HR Bukhari dan Muslim).



1. Cukup Umur

Yang dimaksud pass umur ialah minimal enam bulan dan usahakan sudah melalui satu tahun. Ini yakni menurut sabda Rasul dan pengakuan jumhur ulama.



2. Hewan Sehat dan tidak pincang

Periksa mulai semenjak sejak dari mata, apakah buta kedua matanya atau buta sebelah, dahulu ekornya apakah telah terpotong erkonya atau telinga. Setelah Itu kamu juga mesti memperhatikan dari segi fisik kambing, apakah sedang sakit atau tidak. Seandainyahendak memakai jasa aqiqah, usahakan kamu memakai jasa aqiqah yang benar-benar lah berdedikasi dan bukan amatiran. Tak Sedikit yang menawarkan domba aqiqah murah tetapi harus teliti sebelum membeli.



3. Tidak Cacat

Sebetulnya bukan cacat yang tidak diperbolehkan,namun bila tanduk patah, gigi lepas dalam masaperalihan serta bulu rontok, sakit enteng dan saksikan sekian tidak tidak banyak penyakit atau tanya yang tidak membahayakan kehidupan domba untuk aqiqah.



Hewan sembelihan aqiqah mempunyai syarat domba aqiqah boleh bareng kambing ( baik jantan maupun betina ), domba, sapi , atau unta. Tidak sah aqiqahbilalau dilaksanakan dengan fauna tak hanya di atas, laksana ayam, kelinci, atau burung samalaksana pernyataan semua ahlul hadits, dan fuqaha.

Hewan aqiqah mesti dalam suasana sehat, jangan ada cacat dan dalam suasana sakit.

Hewan aqiqah mesti yakni fauna yang sudah pantas disembelih laksana mana halnya kurban. Jika kambing, maka paling tidak sudah berusia satu tahun

Distribusi daging aqiqah



Setelah disembelihnya fauna aqiqah, kriteria domba aqiqah maka semua ulama menyarankan utk membaginya menjadi tiga bagian. Sepertiga kesatu guna ahlul bait, sepertiga kedua untuk diserahkan pada orangbeda sebgai hadiah, dan sepertiga terakhir guna dijadikan yg yakni sedekah.



Dianjurkan pula bahwa pemberian utk sedekah dan hadiah, lebih urgen jikalau dilaksanakan setelah daging tadi dimasak oleh ahlulbait, tidak diberikan dalam suasana masih mentah. Factor ini menilik tidak seluruhnya fakir kurang mampu dalam suasana akan utk memasak daging yang diberikannya, dan kalaupun akan dapat menambah beban mereka. Maka yangsangat penting ialah menopang beban mereka danmenyerahkan kebahagiaan dan kesenangan untuk mereka.



ANTARA AQIQAH DAN KURBAN



Kalau pengamalan aqiqah bertepatan bareng bulan – bulan haji, apakah mampu digabungkan antara fauna kurban dengan aqiqah, dengan jalankan salah satunya saja. Ataukah antara aqiqah dan kurban tersebut sendiri yaitu hal yang sama..? Untuk persoalan ini,semua ulama pulang terbagi menjadi dua unsur ;



Mula-mula :



Bahwa fauna kurban sekiranya digabungkan dengankriteria domba aqiqah, sebab bertepatan bareng bulan haji, maka tidak menjadi masalah untuk ulama hambali, dan Muhammad Tubuh Intelijen Negeri Sirinjuga Hasan Bashri.



Diceritakan dalam satu riwayat bahwa ayah dari imam Ahmad, adalahHambal pernah membeli fauna kurban dan menyembelihnya di bulan haji dengan niat kurban sekaigus aqiqah. Dengan dalil inilah ulama di atas memeprbolehkan kurban dan aqiqah dilakukan pada satusaat dan satu niat, merupakan ketika iedul adha.



Kedua :



Yaitu pendapat ulama Maliki, yang berasumsi bahwa kurban dan kriteria domba aqiqah yaitu hal yang berbeda. Dalam segi syariat dua-duanya sudah tak serupa, karena disyariatkan dua-duanya pula tak serupa. Maka kurban dan aqiqah tidak dapat digabungkan satu sama yang yg lain.



SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB DALAM AQIQAH



Pertama :



Kalangan Hambali dan Maliki, berasumsi bahwa yang bertanggungjawab atas syariat domba aqiqah pas dgn khitab hadits yang telah dilafalkan diatas,merupakan ortu laki – laki, sang ayah. Dikuatkanpulang oleh pendapat imam Ahmad dikala ditanyaberkaitan seseorang yang belum diaqiqahkan oleh ayahnya bareng kiat apa hukumnya, dia membalas : kewajiban tersebut atas ayahnya.



Kedua :



Kalau si anak mempunyai harta dan dapat melakukannya sendiri, maka dia yang bertanggung jawab atas diriny sendiri. Sanggup namun bilamana tidakmampu dan masih mempunyai ayah, maka ayahnya yang tanggungjawab. Sementara bilamana dirinya tidak bisa dan bukan lagi mempunyai ayah, maka kewajibannya untuk sang ibu. sebagaimana pendapat Ibnu Hazm adhzahiri.



ke3 :



Yang memiliki hak mengaqiqahkan anak, yaitu mereka yang bertanggungjawab dalam memberi nafkah atas kehidupan sehari – harinya ( wali ). Tidak harusorangtua. Seperti yang dilaksanakan oleh Rasulullah saw, yang mengaqiqahkan cucu ia Hasan dan Husein. Sebab menurut keterangan dari sekian tidak tidak banyak opini bahwa Ali saat tersebut sedang dalamsuasana terhimpit. Ada yang menuliskan bahwa Ali sebelumhya memberikan fauna aqiqah untuk Rasulguna kedua puteranya. Yang jelas, ini merupakan pendapat Imam Syafi’i, bahwa keharusan aqiqah atas anak, berpulang pada orang yang merawat dan memberi nafkah padanya.



Keempat :



Yang bertanggungj awab atas aqiqah seorang anak, bukan orang sana ayah, bukan ibu dan bukan orang yang member nafkah hidupnya. Melainkan tidak terdapat orang yang tertentu yang diserahkan kewajiban husus buat mengerjakan aqiqah. Sebagaimana di hadits – hadits yang telah dilafalkan tiada “ qayid “ yang jelas bahwa kewajibannya eksklusif sang ayah, ibu, ataupun wali. Oleh dikarenakan tersebut sah – sah saja bila yang malaksanakannya orang beda takhanya mereka, laksana paman, sanak saudara atau bahkan orang asing sekalipun. Ini pendapat imam Ibnu Hajar dan Syaukani.



Jumlah dan Jenis Kambing Akikah – Berapa? Jantan atau Betina? Syaratnya? – Tahukah kamu tahu jumlah dan jenis domba aqiqah? Berapa jumlahnya? Jantan atau betina? Apakah kriteria domba aqiqah sama dengankriteria domba qurban? Pertanyaan tersebut seringkali hadir di pikiran umat muslim. Bagi menjawabnya butuh menurut alasan hukum yang jelas,contohnya menurut hadist dari Nabi Muhammad. Bagikamu yang belum tahu apa tersebut aqiqah, silakan baca tulisan tentang definisi aqiqah.



Selain memahami persyaratan domba aqiqah, perlupun mengetahui kriteria aqiqah guna anak. Syarat aqiqah anak laki-laki dan anak wanita perlu diketahui persamaan dan perbedaannya untuk setiap umat Islam. Tujuannya ialah supaya semua orang tua yang hendak melaksanakannya dapat menjalankannyacocok dengan peraturan dan bimbingan (syariat) Islam atau syar’i menurut Al Qur’an dan Hadis shahih.



Berapa Jumlah dan Jenis Kambing Aqiqah Untuk Anak Laki Laki Dan Perempuan?

Di bagian tulisan lain, kami pun telah menyatakan bahwa di hari ketujuh dari kelahiran seorang bayi baik laki-laki maupun wanita perlu dilakukan aqiqah. Pelaksanaan acara aqiqah ini dengan teknik menyembelih fauna ternak berupa domba atau domba/gibas. Bagi anak laki-laki aqiqah dilakukan dengan menyembelih dua ekor domba dan guna anakwanita dengan satu ekor kambing.



Para ulama tidak terdapat perbedaan pendapattentang jumlah domba aqiqah guna anak perempuan. Namun mereka bertolak belakang pendapat mengenaipermasalahan atau masalah mengenai bagaimana beraqiqah dengan satu ekor domba untuk anak laki-laki, andai orang tua dari anak itu tidak mampu. Bolehkah orang tuanya mengemban aqiqah dengan menyembelihkan kambing melulu seekor saja? Bagi lebih jelasnya kamu bisa memperhatikan ulasanmengenai Jumlah dan Jenis Kambing Aqiqahberikut.



Dalil Hukum yang Menyatakan Aqiqah Anak Laki-Laki dengan Dua Ekor Kambing

Pelaksanaan aqiqah menyerahkan syarat untuk yanghendak melaksanakan. Para orang tua pastinya pun harus mengetahui bagaimana kriteria aqiqah anak laki-laki. Hal ini pun dikuatkan dengan adanyaalasan dari Ummu Kurz Al Kab’biyyah. Dalam dalilnyadisebutkan bahwa, Rasulullah SAW bersabda,



عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ ». قَالَ أَبُو دَاوُدَ سَمِعْتُ أَحْمَدَ قَالَ مُكَافِئَتَانِ أَىْ مُسْتَوِيَتَانِ أَوْ مُقَارِبَتَانِ



” Bagi anak laki-laki dua domba yang sama dan guna anak wanita satu kambing.”



Dalil selanjutnya yang diungkapkan oleh Abu Daud. Dalam dalilnya, Ahmad berkata, “Mukafiatani ialah yang sama atau yang saling berdekatan”. (HR. Abu Daud no. 2834 dan Ibnu Majah no. 3162, serta Syaikh Al Albani yang mengaku keshahihan dari hadits ini).



Kemudian masih terdapat lagi alasan yang menyatakantentang syarat aqiqah anak laki-laki, yaitu dari Ummul Mukminin, Aisyah ra. Dalil itu menyatakan:



أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَهُمْ عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ



Rasulullah SAW menyerahkan perintah untuk mereka,guna anak laki-laki aqiqah dengan dua ekor domba dan anak wanita dengan satu ekor kambing. (HR. Tirmidzi no. 1513). At Tirmidzi pun menyatakan bahwa hadits ini shahih. Begitu pula dengan yangdisebutkan oleh SYaikh Al Albani pun menyatakan shahihnya hadits tersebut.



Dari dua hadits di atas maka nampak jelas sekali adalain antara anak laki-laki dan pun anak perempuan. Anak laki-laki disembelih dengan dua ekor domba dan anak wanita dengan satu ekor kambing. Baca lanjutan Jumlah dan Jenis Kambing Aqiqah. Baca pun sejarah aqiqah di https://pelangiaqiqah.co.id/2018/01/sejarah-aqiqah-secara-singkat/



Dalil Hukum yang Menyatakan Aqiqah Anak Laki-Laki dengan Satu Ekor Kambing

Namun begitu, ternyata alasan di atas bertolak belakang dengan dalil-dalil inilah yang mengaku bahwa kriteria aqiqah anak laki-laki melulu dengan satu ekor kambing. Seperti yang diungkapkan pada hadist berikut.



Hadis yang diriwayatkan Ibnu ‘Abbas



أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَقَّ عَنِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا



Dalil dari Ibnu ‘Abbas mengaku bahwa “Rasulullah pernah mengerjakan aqiqah Al Hasan dan Al Husain,setiap anak diaqiqahi satu ekor domba gibas (domba)”. (HR. Abu Daud no. 2841. Oleh Syaikh Al Albani hadits ini disebutkan shahih, tetapi riwayat yang mengaku dua ekor domba untuk anak laki-laki lebih shahih).



Hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas oleh Abu Daud itu menjadi pedoman untuk Imam Malik untukmenyerahkan pernyataakan bahwa anak laki-laki sama dengan anak wanita yakni diaqiqahkan dengan seekor kambing.



Hadist diatas bertolak belakang lafazhnya dengan yang diriwayatkan oleh An Nasa’i:



عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ عَقَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا بِكَبْشَيْنِ كَبْشَيْنِ



Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengakikahi Al Hasan dan Al Husain, setiap dua ekor gibas (domba).” (HR. An Nasai no. 4219)



Berdasarkan keterangan dari Syaikh Al Albani, hadits ini shahih.



Bagaimana Menyikapi Perbedaan Pendapat Jumlah Kambing Aqiqah Bagi Anak Laki-Laki?

Kita mendapati bahwa hadits-hadits di atas memangterdapat perbedaan pendapat mengenai bolehnya beraqiqah dengan satu ekor domba untuk anak laki-laki laksana yang diriwayatkan Abu Daud dari Ibnu Abbas.



Ulama Syafi’iyah dan Hambali menuliskan bahwasudah disunahkan untuk anak laki-laki untukmengemban aqiqah dengan mencukur dua ekor domba dan satu ekor domba untuk anak perempuan. Disii lain, ulama Hanafiyah dan Malikiyah berasumsi bahwa akikah guna anak laki-laki dan perempuan tersebut sama yakni dengan satu ekor kambing, dan Ibnu ‘Umar pernah mengerjakan seperti itu. kita dapatmenyaksikan lebih rinci penjelasannya pada Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 30: 279-280.



Maka dari itu, dapat diputuskan bahwa kriteriaaqiqah anak laki-laki dengan 2 ekor domba lebih utama. Bila orang tua si anak itu tidak memilikiketerampilan untuk menyembelihkan dua ekor kambing, maka diizinkan melaksanakan aqiqah anak laki-laki dengan seekor kambing. Yuk lanjutkan ulasan Jumlah dan Jenis Kambing Aqiqah.



Jenis Kambing Aqiqah tersebut Jantan atau Betina?

Anda dapat mengemban aqiqah dengan domba jantan atapun domba betina. Dalil hukumnya ialah hadist yang diriwayatkan oleh An Nasai dan Abu Daud berikut:



عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ لَا يَضُرُّكُمْ ذُكْرَانًا كُنَّ أَمْ إِنَاثًا



“Anak laki-laki hendaklah diaqiqahi dengan 2 kambing,sementara anak wanita dengan 1 kambing. Tidak mengapa untuk kalian memilih yang jantan atau betina dari domba tersebut.” (HR. An Nasai no. 4222 dan Abu Daud no. 2835)



Al Hafizh Abu Thohir menuliskan bahwa derajat hadits ini ialah hasan. Asy Syairozi rahimahullahmenyerahkan penjelasan bahwa daging domba jantantersebut rasanya lebih enak, sementara dagingdomba betina lebih basah. kita dapat menyaksikan penjelasan lengkapnya di Al Majmu’, 8: 222





Dari sekian banyak  opini di atas, kita dapat menarik benang merah ga ada pengakuan yang sepakat ditentukan oleh ulama mengenai siapa yang bertanggungjawab dalam hal mengaqiqahkan sang anak. Maka menurut keterangan dari penulis, yang berwenang kesatu kali ialah sang ayah, lantas wali atau orang yang mengasuhnya, kemudian andai ada dari sanak saudaranya yang hendak mengaqiqahkannya makanya juga diizinkan syarat domba aqiqah. Wallahu a’lam


Tagged: , ,

0 komentar:

Posting Komentar